Kenali KKebijakan Pemerintah: Terutama Masalah Pendidikan Sang Buah Hati

Kenali KKebijakan Pemerintah: Terutama Masalah Pendidikan Sang Buah Hati

Jika Anda sebagai orang tua atau wali murid, sudah seharusnya memahami benar kebijakan apa yang sedang berlangsung di pendidikan Indonesia. Sudah menjadi headline di semua surat kabar bahwa Mendikbud, Anies Baswedan, menjadi salah satu menteri yang terkena reshuffle Presiden Joko Widodo.

Menjelang berakhirnya Juli 2016, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, mengakhiri masa jabatannya selama 20 bulan. Posisinya kini diganti oleh mantan rektor Universitas Negeri Malang, Muhadjir Effendy. Ada kebiasaan yang dapat dikenali bahwa ganti menteri tentunya ganti peraturan. Orang tua dan wali murid harusnya paham dan mengikuti kebiasaan ini terutama di bidang pendidikan.
Dinilai cukup baik, Anies Baswedan juga dinilai kurang memiliki gebrakan di dunia pendidikan. Hal itu menjadi pertimbangan presiden dan wapres yang dikutip dari merdeka.com.

"Pak Anies juga bekerja dengan baik, tapi tentunya ada ekspektasi yang diinginkan Presiden dan Wapres ke depan ini yang mungkin berbeda," ungkap Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (27/7).

Telah meningkatkan alokasi dana pendidikan ke nilai 407 T. Selain itu, pencetus Indonesia Mengajar ini juga mulai memperbaiki proses Kurikulum 13 yang terjadi perdebatan dimana-mana. Dalam sisi ujian, UNas diarahakan bukan menjadi satu-satunya penentu kelulusan. Selain itu ujian nasional juga mulai menerapkan sistem paperless atau yang umum disebut UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer).
Kebijakan lain yang diterapkan Anies Bawedan yang sangat inspiratif adalah adanya alokasi waktu untuk literasi (membaca) selama 15 menit di awal pembelajaran. Tindak kekerasan kala masa orientasi juga mulai dihilangkan dengan orang tua diajak mendampingi putra-putrinya saat hari pertama masuk sekolah.

Kebijakan-kebijakan baik dan membangun tersebut harus selalu dikawal oleh orang tua, wali murid, guru, penggiat pendidikan, maupun siswa-siswa Indonesia agar nantinya jika terjadi perubahan kebijakan, tujuannya tetap memajukan pendidikan Indonesia.

Perubahan kebijakan mungkin akan dilakukan Mendikbud yang baru, Muhadjir Effendi. Jika tujuannya baik, tentunya harus disambut dengan pikiran terbuka oleh semua eleman yang harus tetap bersikap dan bersifat kritis dalam mengawal kebijakan agar tidak mengagetkan peserta didik yang membuat seakan-akan terjadi kebimbingan di pemegang kekuasaan pendidikan Indonesia.

Guru, wali murid, dan semua elemen pendidikan harus selalu siap, harus selalu ikhtiar seperti kata Pak Anies Baswedan dalam surat terbukanya.

"Ibu dan Bapak yang saya banggakan. Menteri boleh berganti, tapi ikhtiar kita semua dalam mendidik anak-anak bangsa tak boleh terhenti. Masih banyak pekerjaan rumah Pemerintah yang harus ditunaikan bagi guru dan tenaga pendidikan, saya percaya itu semua akan dituntaskan." Tulis Anies Baswedan di Surat Terbukanya setelah di-reshuffle.

Intinya, kita semua entah sebagai guru, orang tua, wali murid, atau semua pihak yang mendambakan generasi penerus kita berhasil memajukan Indonesia, kita harus siap untuk memahami kebijakan apa yang akan diterapkan. Kita harus selalu siap berikhtiar dan berjuang bersama dengan pemerintah. Tentunya dengan tetap kritis mengawal pendidikan Indonesia demi hasil pendidikan yang membawa ke arah Indonesia Makmur.