PR PSSI dari Kegagalan Menjuarai Final AFF Cup 2016

Indonesia kembali mengulang luka lama dengan hanya menjadi runner up di ajang terbesar Asia Tenggaraatau piala AFF setelah di leg kedua final tersungkur oleh pasukan gajah putih Thailand 2-0. Dalam laga 90 menit plus 3 menit tambahan waktu tersebut, pasukan Merah Putih harus merelakan final kelimanya melalui dua gol dari Siroch Chatthong yang otomatis membuat agregat skor menjadi 3-2 untuk Thailand dan membawa pasukan mereka menjuarai Piala AFF kelimanya.

Boaz Cs sebenarnya hanya membutuhkan hasil seri di stadion Rajamangala, Bangkok, setelah 3 hari sebelumnya mereka berhasil memukul Thailand 2-1 di Stadion Pekansari Bogor, 14 Desember 2016, melalui gol Rizky Pora dan Hansamu Yama. Sayangnya modal tersebut tidak mampu dijaga oleh anak buah Alfred Riedl yang memang memainkan skema “parkir bus”. Kalah serangan, lini tengah dikuasai lawan, serta strategi yang monoton, dan kurangnya disiplin pertahanan membuat Thailand leluasa mengunci gelar AFF 2016.

Sepulangnya dari Bangkok, Indonesia harus segera berbenah. Memang hal ini menjadi kisah klise setiap selesai dari kegagalan turnamen Timnas. Namun setidaknya ada 7 PR besar yang harus diselesaikan Indonesia sebelum Sea Games 2017, AFF Cup 2018, serta turnamen yang lain.

1. Penataan kembali Ideologi Kepengurusan PSSI yang Bersih dari Politik

Struktur kepengurusan PSSI periode 2016-2020 di penuhi oleh wajah baru, terutama posisi ketua dan beberapa anggota Exco lainnya. Posisi ketua, Edy Rahmayadi, pria yang menjabat sebagai Pangkostrad TNI, terbilang orang baru di kancah persepakbolaan nasional meski sebelumnya telah menangani PSMS Medan dan PS TNI.

Wakil ketua umum, yakni Joko Driyono dan Iwan Budianto. Keduanya memang lama berkiprah di sepakbola Indonesia. Joko Driyono merupakan CEO PT Liga Indonesia sedangkan Iwan Budianto adalah CEO Arema Cronus. Hanya saja di PSSI keduanya baru masuk dalam kepengurusan. Mereka bertiga akan ditemani oleh 12 anggota Expo yang mayoritas juga orang baru dalam struktur kepengurusan.

Harus disadari oleh semua pihak bahwa PSSI harus murni berjalan untuk sepakbola. Tidak ada interfensi apapun baik itu dari pemerintah apalagi kepentingan politik. Sudah waktunya Bapak Edy Rahmayadi membuktikan diri bahwa PSSI yang sekarang serius memajukan sepakbola Indonesia. Membersihkan seluruh mafia dan pengatur skor pertandingan. Serta menjaga jarak atas kepentingan-kepentingan yang ingin jadi benalu di sepakbola Indonesia.

2. Pemulihan seluruh Tim di Nusantara

Sudah menjadi rahasia publik bahwa tim-tim di Indonesia sebagian bermasalah. Masih adanya Persebaya Surabaya dan enam tim lain yang belum pulih statusnya menjadi bagian dari PSSI, munculnya tim-tim baru yang membutuhkan proses verifikasi yang kuat, serta masalah klise tim seperti tidak memliki stadion yang layak serta sistem kauangan yang sehat dalam mengarungi kompetisi harus dipikirkan oleh PSSI.

Penggunaan sponsorship dan lepasnya dari APBD nyatanya belum sepenuhnya dapat diikuti oleh semua Tim anggota PSSI. Hal itu juga menjadi masalah yang cukup mengganggu karena gaji pemain sering molor. PSSI harus segera berdiskusi dengan pemerintah dalam hal ini Kemenpora bagaiamana metode penyelesaian yang paling jitu. Tentunya mereka tidak meninggalkan seluruh tim di Indonesia untuk berdiskusi bersama dalam membangun kesehatan tim selama periode 2016—2020 kepungurusan PSSI.

3. Kompetisi dan Pembinaan yang Berjenjang

Perlu diingat bahwa perwakilan Indonesia U-15 pernah menjuarai turnamen anatardunia di Gothia Cup Swedia 2016 lalu. U-19 juga sebelumnya mampu menjuarai AFF Cup 2013 di Sidoarjo. Hal itu merupakan fakta dan relaita yang harus dipelajari oleh PSSI. Sudah seharusnya ada kompetisi yang berjenjang.

Kemenpora dengan menggandeng pihak swasta sudah mulai menggulirkan kompetisi yang berjenjang mulai U-12 sampai U-18. Tidak lupa juga ada Liga Santri Nusantara. Hal itu merupakan terobosan yang bagus. Namun tentunya PSSI sendiri harus memiliki Kompetisi yang sepadan. Bukan saingan dari kompetisi yang sudah diadakan.

Kompetisi tertinggi harus segera digulirkan dengan peraturan yang sehat serta tidak pandang bulu. Kompetisi tertinggi ini sudah mulai harus memiliki Divisi-divisi di bawahnya yang juga sehat dan siap untuk menggulirkan roda promosi serta degradasi. Turun setelahnya harus ada U-21, U-19 atau U-18, dan U-15. Pembinaan serta Kompetisi yang berjenjang merupakan sebuah bentuk kesiapan skuad timnas di turnamen dengan usia berapapun yang akhirnya bermuara di timnas senior.

Hal lain adalah produksi permainan yang berkualitas di seluruh kompetisi. Lisensi pelatih dan wasit harus ditingkatkan. Arsitek tim di kasta liga tertinggi setidaknya memegang lisensi kepelatihan A AFC. Pelatih yang berlisensi tinggi setidaknya memiliki inteligensi tentang pertandingan yang cukup profesional untuk pemain-pemainnya. Selain pelatih, kompetisi-kompetisi di Indonesia juga membutuhkan wasit yang berlisensi tinggi untuk menjaga kualitas pertandingan tetap fairplay sesuai regulasi FIFA.

4. Kompetisi Tertinggi yang Jujur dan Menghibur

Kompetisi tertinggi merupakan cikal bakal terbentuknya skuad timnas senior. Kompetisi ini harus diadakan dengan serius oleh PSSI. Campur tangan golongan tertentu apalagi politik harus dibersihkan. Keberpihakan pengurus pada tim-tim tertentu juga harus tidak ada lagi. Meskipun tim itu memiliki sejarah bagus, kalau terlihat tidak mampu mengarungi proses kompetisi sepatutnya tidak diloloskan verifikasi. Tim-tim yang masih memiliki tunggakan gaji tidak perlu ditolelir. Tim-tim yang tidak memiliki stadion layak harus segera menentukan di mana dia akan bermain home.

Hal yang peru dicatat juga adalah tentunya pada kompetisi tertinggi jumlah pemain asing dan naturalisasi harus ada batasnya. Pemain naturalisasi seperti Greg Nwokolo, Christian Gonzales, dan Bio Paulin sudah seharusnya terhitung sebagai pemain asing meskipun secara administrasi mereka adalah WNI. Satu hal, kualitas mereka belum sepadan dengan pemain naturalisai yang berdarah Indonesia maupun pemain lokal, masih lebih tinggi. Jika sebuah tim memiliki 4 pemain asing dan 2 pemain naturalisasi seperti Greg ataupun El-locho dalam susunan 11 pemain, otomotis kompetisi tidak akan seru lagi jika tim tersebut bertemu tim-tim medioker yang hanya memiliki 4 legiun asing.

Aspek menghibur sudah patut dijaga. Hak siar harus diberikan kepada televisi-televisi yang serius menyiarkan sepakbola Indonesia dan tentunya didukung dengan kemampuan statistik yang memadai. Komentator sepakbola juga harus mendidik, memberikan wawasan tentang olahraga, bukan hanya heboh dan bisa teriak-teriak. Jam siaran juga sepatutnya harus dipertimbangkan untuk dapat menyiarkan seluruh pertandingan di seluruh stadion.

5. Kebebasan Pelatih Timnas Memilih Pemain

Berpindah ke Timnas sekarang, skuad U-21 dan Senior harus segera disiapkan. Pemilihan pelatih tentunya sudah harus ditentukan terlebih dahulu. Siapapun pelatihnya, entah itu Jajang Nurdjaman ataupun Gus Hidding pun, kebebasan memilih pemain tidak boleh dicampuri oleh PSSI bahkan pihak sponsor. Pelatih Timnas berbeda dengan pelatih club karena club harus mempertimbangkan kontrak. Jadi pemilihan pemain oleh pelatih timnas tentunya sangat leluasa dan bebas.

Ada sisi baik memang dari AFF 2016 kemarin dengan hanya diperbolehkan mengambil dua pemain dari satu club. Alhasil nama-nama seperti Hansamu Yama, Risky Pora, dan Bayu Pradana bisa melejit. Namun kita juga tentunya tidak melihat sosok pengalaman seperti Hamka Hamzah, Sergio Van Djik, serta bintang-bintag muda seperti Adam Alis, Paulo Sitanggang, maupun Febri Haryadi.

Tetap, kebebasan nantinya harus ada di tangan sang pelatih untuk memilih skuad yang di bawa. Pelatih yang tahu dia ingin memainkan skema seperti apa dan membutuhkan karakter pemain yang bagaimana.

6. Pendidikan Tinggi bagi Pemain Muda

Pendidikan, apakah pemain sepakbola membutuhkan pendidikan akademik? Jawabannya adalah pasti, harus. Penikmat sepakbola dari penonton sampai pelatih di tepi lapangan tentunya lebih suka melihat kesebelas pemain kesayangannya adalah seorang visoner. Seorang yang memiliki ide-ide cemerlang dalam kebuntuan.

Kita tentunya sangat bangga dengan apa yang dilakukan Abduh Lestaluhu karena itu martabat bangsa dan wajar dilakukan oleh anak muda. Namun apa yang terjadi setidaknya jika 11 pemain Indonesia waktu itu memiliki visi bermain yang cerdas seperti yang dilakukan Chanatip Songkrasin waktu itu, atau Andreas Iniesta, Steven Gerrard, bahkan mungkin yang biasa ditunjukkan Evan Dimas dan Paulo Sitanggang waktu di U-19. Mungkin tidak ada pemain kita yang terburu-buru mengejar waktu. Skema pelatih akan dilakukan dengan tepat dan dikembangakan dengan hebat.

Pendidikan setidaknya juga membuat pemain Indonesia minimal bisa berbahasa Inggris untuk menerjemahkan intruksi pelatih, komunikasi dengan wasit, atupun mempelajari strategi lawan. Visi bermain dan kemampuan berbahasa bisa diasah, salah satunya melalui pendidikan akademik. Indonesia memiliki banyak universitas dengan fakultas keolahragaan yang mumpuni untuk menampung para pemain muda timnas belajar mengembangkan visi permainan dan tentunya juga mengasah skil bertanding.

7. Keterbukaan Publik dan Tim untuk menilai Pertandingan

Hal yang mungkin belum ada adalah PSSI memiliki media komunikasi dengan seluruh tim serta publik suporter sepakbola. Di Liga Inggris ada pandit-pandit yang gemar menulis dan mengomentari pertandingan. Mereka dapat membantu publik dan suporter dalam mengarahkan apakah keputusan pemain, pelatih, wasit, dan segala elemen serta kejadian dalam pertandingan berjalan lanjar. FA pun tidak segan-segan memberi hukuman bagi pemain yang waktu 90 menit tidak mendapatkan kartu merah dengan skorsing.

Hal itu pernah terjadi di Indonesia. Namun sekarang khususnya di ajang ISC 2016 kemarin banyak sekali hal-hal dalam pertandingan yang luput dari pengawasan wasit. Penyalaan flare sudah sepatutnya mendapatkan hukuman tegas. Tidak hanya denda mungkin bisa dengan pengurangan poin.

Demi membantu pihak operator pertandingan, PSSI sudah seharusnya membukakan media bagi publik, mungkin bisa diwakili oleh pengamat-pengamat sepakbola dalam menilai jalannya pertandingan untuk dibagikan masyarakat. Pengawasan publik sangat perlu agar tidak lagi muncul lagi anggapan bahwa tuan rumah ataupun tim hebat tidak akan bisa dikalahkan.

Kita seluruh supporter Indonesia sudah sepatutnya memberikan dukungan yang tak henti-hentinya terhadap PSSI dalam pembenahan sepakbola Indonesia. Prestasi yang dibanggakan dengan menjadi juara semoga bukan lagi impian dan harapan-harapan semata. Jaya Indonesiaku! Jaya Sepak Bola Indonesia!


SERAGAM TERBAIK UNTUK SANG BUAH HATI

Libur sekolah sudah dekat. Sudah waktunya para good parents menyiapkan seragam terbaik untuk buah hatinya. Ya, libur memang waktu yang tepat untuk me-refresh segala penat dari aktifitas yang ada. Libur juga sangat tepat untuk dijadikan moment preparation menyambut hari pertama beraktifitas di tahun baru. Tidak terkecuali bagi putra-putri Anda. Moment seperti ini sangat tepat jika disiapkan waktu libur tiba karena saat itulah parent dan buah hatinya mempunyai waktu bersama yang lebih banyak.

Best Preparation tentunya tidak melewatkan sedikitpun seragam yang anak gunakan. Mungkin sudah ada yang lusuh, sobek, atau bahkan tidak layak pakai lagi. Salah satu bagian seragam yang tidak boleh dilewatkan adalah sepatu anak. Sepatu merupakan hal yang penting dan selalu terlihat oleh siapapun. Parents tentunya tidak ingin melihat putra-putrinya menggunakan sepatu yang sudah tidak bisa digunakan lagi di semester baru. Jika itu terjadi, sudah saatnya parents belanja sepatu.

Belanja sepatu bersama sebenarnya adalah piihan yang sangat tepat. Selain mendapatkan Quality Time bareng buah hati, parents juga dapat mengetahui lebih jauh trend apa yang sedang disukai anaknya, bagaimana kenyamanannya saat dipakai, serta seperti apa harga dan kualitasnya.

Mencari sepatu yang trendy, berkualitas, dengan harga terjangkau tentunya tidak susah. Parents sambil liburan bersama buah hati bisa mampir-mampir ke outlet-outlet Ardiles. Jika ingin lebih mudah, parent bisa mengajak buah hati untuk membuka website melalui smartphone bersama dan menjelajahi galeri-galeri sepatu Ardiles di ardilesmetro.com.

Ardiles Metro memanjakan kebutuhan belanja sepatu putra-putri Anda, mulai dari TK hingga SMA semua ada. Berikut ini kami berikan list sepatu-sepatu yang patut dijadikan pilihan untuk kado sekaligus seragam si buah hati.

  1. Oldham TG
    Oldham merupakan sepatu Ardiles dengan penjualan tertinggi di Oktober 2016. Menjad pilihan banyak pecinta sepatu, Oldham juga tidak salah untuk dipilih para Parent sebagai seragam putra-putrinya. Oldham dengan corak simpel ini memiliki banyak varian warna yang dapat parent rekomendasikan sesuai favorit sang buah hati.
  2. New Nebraska Man
    Sneakers yang satu ini meskipun bernama Man namun tipenya banyak digunakan juga oleh para wanita. Perpaduan warna antara merah, hitam, dan putih memang menjadi penanda bahwa New Nebraska Man dapat mewakili style anak sekolah tanpa harus mengabaikan peraturan tentang seragam.
  3. Halogen TG
    Satu lagi sepatu yang dapat menjadi pilihan tepat adalah halogen. Sepatu bertali dan ini tentunya sangat nyaman dipakai. Dengan model yang agak pendek, Halogen tentunya memberikan piihan lain bagi putra-putra Parent yang tidak suka dengan High Cut. Halogen ini memiliki banyak varian warna dan hitam tetap menjadi warna dasar dan dominan.
  4. Macao
    Macao mewakili gawa sneakers anak muda banget. Bagian belakang sepatu tampak agak mengerucut dan menampilkan mode kekinian. Memiliki dua varian warna yaitu all black dan black-white, macao dapat menjadi pilihan terbaik putra-putra Anda.
  5. Sulvano Tg
    Rekomendasi terakhir adalah Sulvano Tg. Varian warna yang lumayan kece, banyak, dan tidak meninggalkan corak dominan hitam membuat Sulvano TG dapat menjadi bagian penting seragam buah hati Anda. Bisa dibayangkan bagaimana kepercayaan diri putra-putri Anda menggunakan sepatu keren dari Ardiles, produk asli dalam negeri.

Selain 5 sepatu di atas, Ardiles masih mempunyai puluhan tipe lain yang patut dicoba. Memilih Ardiles tentunya memilih seragam terbaik bagi buah hati yang tentunya mendidik untuk mencintai produk-produk Indonesia.


OLAHRAGA RINGAN BAGI KALIAN YANG BERPERUT BUNCIT

Menjalankan gaya hidup sehat adalah sebuah pilhan terbaik yang dapat diambil selain berobat ke rumah sakit atau mengambil asuransi kesehatan. Selain pola makanan, kebiasaan olahraga, dan waktu istirahat, hidup sehat juga dipengaruhi oleh kondisi tubuh yang bugar dan proporsional.

Salah satu kondisi tubuh yang kurang proporsional dan banyak terjadi di semua kalangan bahkan sekarang anak kecil adalah perut buncit. Selain mengganggu pemandangan, hahaha, perut buncit itu juga menimbulkan banyak resiko penyakit.

Dikutip dari nationalgeographic.co.id, lemak di sekitar perut merupakan jenis yang lebih berbahaya jika dibandingkan dengan lemak di area panggul dan lemak pada paha. Lemak perut dikenal dengan julukan lemak visceral yang sanggup menimbulkan peradangan sehingga muncul plak pada arteri. Bahaya lemak visceral yang lainnya adalah risiko lebih besar terkena penyakit seperti jantung, pembuluh darah, diabetes, dan gangguan metabolisme.

Semua pasti tidak ingin tampil buncit bahkan menghadapi banyak resiko penyakit berbahaya. Cara mengecikan perut buncit ada banyak. Pola makan sehat, diet, dan hidrasi merupakan hal-hal yang bisa dilakukan untuk menghilangkan kebuncitan. Gaya hidup dengan menghindari konsumsi natrium (garam), alkohol, dan soda serta sering berjalan kaki atau gowes dapat juga membantu mengecilkan perit buncit.

Cara lain untuk menghilangkan kebuncitan adalah dengan melakukan olahraga ringan berikut dengan konsisten setiap hari. Olahraga ringan ini pun sangat cocok bagi Anda yang tidak punya banyak waktu atau sibuk dengan aktifitas lain.

Ada beberapa pendapat baik itu artikel ataupun video untuk mengecilkan perut buncit. Cara-cara ini biasa digunakan karena sangat sederhana dan tidak membutuhkan banyak alat yang ribet. Nah, bagaimana menurut Anda, bisa Anda coba atau Anda pilih olahraga yang lain.

  1. Sit Up
     situp
    Selain mengecilkan perut buncit, sit up ini dapat memperkuat otot perut Anda. Jadi selain meramping, perut Anda dapat menjadi lebih sixpack. Cara melakukan sit up adalah posisi tubuh tidur telentang dengan kaki lurus dan kedua telapak tangan menjadi bantalan. Angkat atau tarik tubuh ke depan dan posisi kaki tetap lurus. Lakukan ini minimal 50 kali tiap hari. Jika terlalu berat, minta bantuan teman atau buat penyangga untuk menjaga kaki tetap lurus saat sit up.
  2. Back Up
    back up
    Back Up merupakan kebaikan dari sit up. Back up tentunya diakukan dengan posisi tubuh tengkurap dan menggerakkan bagian atas tubuh ke atas dan ke bawah. Sama dengan sit up, lakukan ini minimal 50 kali per hari.
  3. Plank
    plank
    Plank merupakan bagian senam ringan yang paling mudah karena tidak membutuhkan gerakan lain. Anda hanya perlu memposisikan tubuh tengkurap seperti mau melakukan push up. Letakkan telapak tangan sampai siku di lantai dan angkat lutut jangan sampai menyentuh lantai. Tahan seama 60 detik.
  4. Plank Crunches
    Hampir sama dengan plank, bedanya yaitu pinggul diangkat sampai tubuh membentuk 90 derajat di bagian pinggul. Plank crunches ini dapat dilakukan 10 kali.
  5. Side Plank Crunch
    Sesuai namanya, posisi hampir sama dengan plank namun badan menghadap ke satu sisi misalnya kiri dan penyangga tubuh adalah tangan kiri dan kaki kiri. Badan diangkat sebanyak 10 kali dengan tangan kanan lurus ke atas. Ketika turut paha jangan sampai menyentuh lantai. Jika selesai lakukan dengan menghadap ke kanan.
  6. Sikap Lilin
    Kita tentunya sudah mengenal treatment ini sejak kecil. Sikp lilin dilakukan dengan berbaring telentang kemudian mengangkat kaki lurus vertikal, kemudian tubuh dan tangan menyangga tubuh. Buat tubuh semakin mendekati seperti bentuk lilin. Tahan tubuh Anda dalam posisi sikap liin minimal 15 detik. Lakukan berulan-ulang sampai 10 kali per hari.
  7. Leg Up
    Leg up hampir sama dengan posisi lilin. Bedanya adalah kedua tangan sejajar dengan badan diantai namun punggung dan kaki diangkat hingga vertikal. Ketika turun yang menempel lantai hanya bagian pinggul. Leg up juga dilakukan sebanyak 10 kali.
  8. Toe Touches
    Posisi masih sama seperti Leg Up. Namun sekarang badan membentuk 90 derajat dengan kaki vertikal dan kedua tangan mengarah ke jempol kaki. Angkat badan hingga tangan menyentuh telapak kaki. Saat tangan menyentuh telapak kaki usahakan kaki tetap lurus.
  9. 6-inches Scissors
    Sekarang posisikan telentang dengan kaki 10 cm dari lantai dan tangan di belakang kepala. Gerakkan kaki dengan posisi kaki kanan di atas dan kiri tetap bergantian. Lakukan ini minimal 20 pergantian.
  10. 10 Second 6-inch hold
    Posisi tetap sama seperti 6-inches Scissors. Hanya saja kaki tidak digerakkan dan ditahan selama 10 detik. Sama seperti sit up, teknik ini juga akan menguatkan otot perut.
  11. Roll Up
    Untuk Roll Up, posisikan tubuh telentang. Kemudian posisikan kaki membentuk sudut 90 derajat dengan menyentuh lantai. Angkat badan hingga tangan sampai menyentuh lutut. Lakukan itu minimal 10 kali tanpa kepala menyentuh lantai.
  12. Butterflies
    Posisi badan duduk, kemudian kaki diangkat namun tetep lurus (sekitar 10 cm dari lantai) dan tangan posisi terbuka. Ketika tangan ke arah lutut, lutut ditarik membentuk siku di lutut. Butterflies juga dilakukan 10 kali.

Selain 12 gerakan olahraga tersebut, masih ada banyak teknik lain seperti Reaching Oblique Crunch, Pilate Side Hip Raises, Pilate Leg Pulls Facing Up an Downs, Knee Tuck Crunches, Russian Twist, dan Two Touch Crunch. Lebih mudahnya Anda dapat melihat video dari link berikut. Link 1 dan Link 2.

Olahraga yang lain yang sangat patut dicoba adalah lari, entah di pagi hari atau sore hari. Ringan dan cukup banyak membakar kalori. Untuk lari tentunya Anda membutuhkan sepatu.
 sepatu ardiles salford
Nah, jika butuh sepatu olahraga, Anda langsung saja mengunjungi ardilesmetro.com. di website ardilesmetro ada banyak sepatu olahraga yang tentunya berkualitas dan membantu Anda menjaga kesehatan dengan berolahraga ringan namun rutin! Usir jauh perut buncit dan tetap cintai produk-produk Indonesia!


OLDHAM: SEPATU ARDILES TERLARIS DI BULAN SEPTEMBER - NOVEMBER

Satu sneakers keren dari Ardiles terbaru adalah Oldham. Bertipikal santai dan bertali, Oldham kini sudah dijual di ardilesmetro.com dengan 5 varian warna. Selalu didominasi warna hitam, Oldham memiliki varian:

  • Black-Red
  • Black-Grey
  • Black-Blue
  • Black-White
  • Black-Black

Kata Oldham sendiri merupakan sebuah daerah di Manchester, Inggris, yang terkenal sebagai kota industri dengan penduduk yang mayoritas bekerja di pabrik. Oldham juga dikenal dengan corak rumah bata merah. Dari karakter tersebut Oldham terbentuk sebagai kota yang simple, sederhana, tanpa banyak corak, namun tegas seperti para pekerjanya.

Kembali ke sepatu Ardiles, karakter sederhana pada Oldham tergambar jelas pada paduan antara tali sepatu dan upper berwarna putih dan hitam. Dua warna tersebut juga menyimbolkan perpaduan yang tegas. Hal tersebut diperkuat dengan bagian bamper foxin yang tebal dengan warna putih dihiasi warna foxin yang sama dengan kun.

Meskipun hadir dengan design sederhana, Oldham sangat cocok menjadi pilihan banyak orang. Hal itu sudah terbukti dengan Oldham mampu masuk ke dalam pilihan utama konsumen Indonesia dan menjadi sepatu terlaris di bulan September sampai November. Oldham tentunya juga sangat cocok menemani segala aktifitas Anda baik formal maupun nonformal.

Mari menjadi konsumen yang mencintai produk-produk dalam negeri! Bangga dengan karya anak bangsa karena yang lokal bisa jadi yang spesial.


BERPRESTASI DAN MENDUNIA: BANGGA MENJADI ANAK INDONESIA

Di media-media banyak diberitakan penyimpangan para pelajar-pelajar Indonesia dari koridor tujuan pendidikan. Kerap sekali muncul dan menjadi viral anak-anak berani melawan gurunya sendiri yang diperparah dengan orang tua malah mendukung kesalahan anaknya. Terakhir, muncul video seorang siswa SD yang ingin memukul ibu gurunya ketika ditertibkan. Hal itu mendapat sorotan banyak di media sosial maupun televisi.

Selain kasus penyimpangan, perlu disadari bahwa Indonesia juga pelajar-pelajar hebat yang mampu berprestasi bahkan mendunia. Hal itu patutnya juga sering diangkat oleh media. Tentunya bukan sebagai penutup borok dunia pendidikan, melainkan sebagai motivasi bagi pelajar-pelajar di seluruh Indonesia untuk lebih giat berusaha dan belajar agar berprestasi dan tentunya tetap membuat bangga menjadi anak Indonesia.

Samuel Putra: Salah Satu Lulusan Terbaik di Universitas No. 1 Dunia

University of Oxford merupakan perguruan terbaik di dunia. Lulus dan menjadi salah satu mahasiswa terbaik di sana tentunya merupakan prestasi yang sangat membanggakan. Hal itu telah dicapai oleh Samuel Leonardo Putra (21) yang sukses lulus dengan nilai teratas plus predikat summa cumlaude pada jenjang S1 hingga S2 jurusan Teknik Kimia di Universitas Oxford, Inggris.

Dia berhasil menyelesaikan S1 di jurusan teknik kimia Oxford dalam waktu 3 tahun dengan kategori First Class, setara dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,5-4. Selain masuk kategori First Class, Samuel juga mendapat predikat tambahan Summa Cumlaude. Predikat ini diberikan bagi mahasiswa yang menempati peringkat top 5% di angkatannya. Samuel sukses menempati peringkat top 4%. Jenjang S2 di jurusan yang sama ini ditempuhnya dalam waktu 1 tahun, dengan predikat yang sama gemilangnya dengan S1.

Kabar tersebut sebenarnya sudah dipijaknya mulai tahun 2012 dengan meraih medali perak pada Olimpiade Kimia Internasional (OKI). Prestasi pelajar SMA MH Thamrin tersebut membuatnya mendapatkan beasiswa Olimpiade Sains Internasional (OSI) dari Pemerintah Indonesia untuk dibiayai kuliah serta hidup selama S1 dan S2. Hal itu tentunya membuat Samuel remaja yang sama sekali tidak memiliki cita-cita berkuliah di luar negeri karena biaya akhirnya bisa belajar di Oxford.

"Sebenarnya dulu nggak kepikiran sama sekali ke Inggris. Dari awal tak punya cita-cita ke luar negeri, apalagi ke Inggris karena kan biayanya mahal kan poundsterling," tutur Samuel (dikutip dari Detik.com).


Riset Samuel pada jenjang S2 adalah tentang microbial fuel cell yang mengubah air limbah menghasilkan listrik memakai bakteri anaerob (yang bisa hidup tanpa oksigen). Risetnya tentang energi terbarukan berlanjut ke S3 yang dibiayai beasiswa Jardine Foundation di kampus yang sama. Risetnya ini mengembangkan dari riset S2-nya.

Semua hal tersebut tentunya tidak diraih Samuel dengan mudah. Sudah pasti ada usaha yang ekstra dan tidak biasa.
"Saya terbiasa kerja keras. Background saya yang olimpiade itu kan proses seleksinya panjang, pelatihan sana-sini, belajar dari pagi sampai malam, bahkan weekend. Etos kerjanya sudah biasa, ketika kuliah nggak kesulitan, rasanya ringan saja. Saat mengikuti seleksi Olimpiade kita kan belajar analisa soal, menangkap pelajaran yang levelnya lebih tinggi. Nah semangat belajar itu yang saya pertahankan, belajar semaksimal mungkin. Puji Tuhan hasilnya ada," tutur Samuel yang sudah kembali ke Inggris untuk melanjutkan S3 di kampus yang sama ini (dikutip dari detik.com).


Pelajar di Indonesia sudah sepatutnya dapat melihat peluang untuk berprestasi dan mendunia seperti Samuel. Tidak ada yang susah jika mau berusaha dengan keras dan percaya semua ada jalannya. Tetap Bangga Menjadi Anak Indonesia!


  • prev
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • next